Selasa, 07 Maret 2017

MENGENAL BATIK TULIS: Definisi dan Prosesi

           Motif Batik Truntum Mangkara

Istilah batik sepertinya diambil dari bahasa Jawa, yakni dari kata "amba" dan "satitik", tetapi budaya "batik" sebenarnya banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Pengertian batik jika ditilik dari asal muasal katanya dalam bahasa Jawa; "amba" yang berarti luas dan "satitik" atau titik (membuat titik), ialah proses membuat gambar dari kumpulan titik-titik yang ditorehkan melalui canting. Pemahaman saya akan definisi batik yang benar ialah batik yang ditulis dengan canting, bukan dicap apalagi printing.

Bahan baku yang digunakan untuk membuat batik tulis antara lain: kain mori, lilin malam, bahan pewarna, garam, cawas. Perlengkapan membatik membutuhkan canting sebagai alat tulis, kuas untuk mewarnai, kayu gawangan sebagai penyangga kain mori yang tengah dilukis, kompor kecil, wajan kecil, bak pewarna, dan bak pencucian kain.

Proses membatik memiliki beberapa tahap:
1. Molani: membuat pola motif batik pada
    kain mori.
2. Ngandhangi: menulis/menutupi garis
    motif dengan cairan lilin malam yang
    ditorehkan menggunakan canting.
3. Babar: mewarnai kain dengan bahan
    pewarna. Istilah ini juga biasa dikenal
    dengan istilah colet/tolet. Tujuan
    pewarnaan ini agar batik dapat memiliki
    warna-warni yang cantik.
4. Mengulangi proses "ngandhang-i" agar
    warna-warna baru tidak tertutup proses
    pewarnaan selanjutnya.
    NB: proses dari tahap ke-2 dan ke-3
    biasanya diawali dengan mengeringkan
    malam dahulu. Demikian pula proses
    ke-3 dan ke-4 juga diawali dengan
    mengeringkan kain yang telah dicolet
    terlebih dahulu.
5. Pewarnaan final, kain dicelupkan dalam
    bak yang sudah diberi zat pewarna.
    Biasanya ditambahkan garam untuk
    menguatkan aksen warna yang
    diinginkan.
6. Mlorot: proses merebus kain dengan
     tujuan meluruhkan lilin malam.
7. Kain batik dikeringkan dengan cara
    diangin-anginkan.

                 Motif Batik Prabu Anom

Proses membatik memang memiliki tahapan yang panjang dan lama. Satu kain batik berukuran 240 cm x 110 cm setidaknya membutuhkan waktu 1 minggu proses pengerjaannya. Pekerjanya pun tidak cukup dikerjakan 1-2 orang karena banyaknya proses yang harus dilalui.

Adalah wajar jika harga batik tulis dapat mencapai kisaran satu juta rupiah ke atas. Faktor-faktor penentu kualitas harga sebuah kain batik tulis tergantung dari: jenis kain yang digunakan (bisa katun, sutera, tenun, dll), jenis-jenis motif, kerapian melukis batik, dan proses pewarnaannya. Motif-motif batik klasik yang lazim dikenal antara lain: parang, kawung, truntum, sidoasih, sidomukti, wahyu temurun, dan lain sebagainya.

                   Motif Batik Sidomukti

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur dan bangga bahwa batik telah dijadikan warisan budaya khas negara kita. Sudah layak dan sepantasnya kita turut melestarikan dan memperkenalkan budaya batik ke seantero dunia. Dan Batik Daradasih, sebagai salah satu pelaku usaha dalam dunia batik dan lurik, ikut bangga menjadi bagian pelestari budaya luhur bangsa ini. #batikdaradasih #tunjukkanIndonesiamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar